Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Januari 2016

Obat Dari "LANGIT"



Dahsyatnya

لا حول ولا قوة إلا بالله

Kala itu, betapa resah 'Auf beserta istrinya. Bagaimana tidak? Malik, putera kesayanganya belum juga tiba dari medan perang. "apakah yang terjadi gerangan? adakah anakku selamat? syahidkah ia? " 
hati mereka dipenuhi tanya

'Auf mulai tak sabar, ia harus segera tahu kabar tentang anaknya. Maka,
'Auf bin Malik Al-Asyja'i bergegas menemui Rasul dan bertanya,

  "Ya Rosulullah sesungguhnya anakku Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah. tapi ia belum pulang .apa yang harus aku perbuat , Ya Rasulullah? Padahal seluruh pasukan sudah pulang."

Rosulullah Shollallaahu'alaihi wa sallam bersabda :
"Ya 'Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan : لا حول ولا قوة إلا بالله"

 'Auf pun pulang , tak didapatinya informasi atau kabar mengenai anaknya.Sementara istrinya masih dengan cemas menunggu.

Melihat suaminya datang, sang istri bertanya,

"Wahai 'Auf apa yang diberikan Rosulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam ? "  

"Beliau mewasiatkan untuk ku dan kamu juga agar kita banyak mengucapkan,
لا حول ولا قوة إلا بالله "

Namun Apa jawaban istri yang sholehah lagi sabar ini ?

" Ya.. sungguh benarlah perkataan Rosulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallam."  
Dengan berlinang, ia menangguk pelan seraya memasrahkan segala urusan kepada Allah Ta'ala.

 Apalah daya bila keadaan sudah seperti ini? hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu segala yang terbaik.
keduanya pun lantas duduk dan terus berdzikir لا حول ولا قوة إلا بالله Sampai saat malam mulai merayap, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka.

Sontak 'Auf berdiri lalu membukanya, dan betapa terkejutnya , betapa harunya...
Ternyata yang datang adalah anaknya Malik . Rentetan kalimat syukur senantiasa meliput lisannya.

"Alhamdulillah, terimakasih Ya Allah.. Maha Benar Engkau"

Belum selesai sampai disana. barisan domba dibelakang malik lebih mengagetkan.

Maka 'Auf bertanya ,

"apa ini ?"

Puteranya Malik bercerita,

"Sesungguhnya musuh menangkapku dan mengikatku dengan rantai besi dan mengikat dua kakiku, maka ketika malam tiba saya berusaha keras untuk kabur tapi tidak bisa, karena kuatnya ikatan dikedua tangan dan kaki. Tiba-tiba ikatan borgol yang terbuat dari besi perlahan-lahan melonggar sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki ku bisa lepas. Maka aku bisa datang sekarang dengan domba-domba  orang Musyrikin ini. "

Maka 'Auf kembali bertanya ,

"Wahai ananda bukankah jarak antara musuh dan kita jauh sekali?Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?

Malik menjawab,
"Wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa ada Malaikat yang membawa Aku ."
Subhanallahal 'adzim.

Maka Auf mendatangi Rosulullah shollallaahu'alaihi wa sallam untuk memberi kabar beliau.
Tapi sebelum 'Auf memberi kabar beliau.
Nabi Allah ini telah mengetahui semua yang terjadi.

Rosulullah Shollallaahu'alaihi wa sallam mengatakan kepada 'Auf : 
"Wahai 'Auf bergembiralah bahwa Allah 'azza wa jalla menurunkan ayatnya tentang urusanmu:



Ketahuilah sesungguhnya
لا حولا ولا قوة إلا بالله

Adalah harta terpendam dibawah singgasana 'Arsy Ar-Rahman.

Ialah obat bagi 99 penyakit, dan

yang paling ringan adalah penyakit gundah.
Subhanallah..
Saudara-saudaraku......
Jika antum mau share niatkanlah dengan baik, mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.
Aamiin..

Sumber : Ust.Kholdun Dosen LIPIA



Sabtu, 09 Januari 2016

Yang dinanti Ribuan Bidadari


Teladan terindah bagi kaum Muslimah.



" Allah telah menganugerahkanku cinta kepadanya. " ucap Nabi tentang Khadijah ( HR. Muslim )

Khadijah  Binti  Khuwailid

Banyak muslimah yang membicarakan dirinya. Kisahnya tercatat dalam sejarah peradaban islam. Sang Istri yang selama hidupnya, tidak pernah sekalipun membiarkan suaminya yaitu Rasulullah SAW sendiri dalam kesusahan.
Tapi...
Mungkin masih banyak yang belum mengenal dirinya.Bahkan dahulu pun saya tidak terlalu tahu, siapa itu Khadijah Binti Khuwailid. Banyak tulisan yang sudah saya baca mengenai beliau. Dan sering saya dengar tausyiah yang menceritakannya.
Namun, saya tidak merasakan kekaguman terhadap dirinya.
Mengapa ?karena ketika saya membaca dan mendengar tentang khadijah, saya tidak membuka diri untuk menerima kisah-kisah teladanya. Ibarat makanan jika tidak kita makan, maka kita tidak akan tahu rasanya.
Maka dari itu saya mengajak  sahabat  CAPER semua untuk membuka hati dalam membaca kisah teladannya agar cahaya ketauladan itu bisa masuk kedalam diri dan hati sahabat CAPER. Untuk mengawali cahaya  itu, silahkan simak sedikit kisah teladan Khadijah ketika menenangkan Rasulullah SAW.

Ketika itu Rasulullah SAW datang dengan badan yang menggigil, lalu berucap,
" Selimuti aku, Khadijah, segera selimuti aku ".
Dengan cekatan Khadijah pun  memapah suaminya itu ketempat tidur untuk dibaringkan. Selanjutnya Khadijah menyelimuti orang yang dicintainya itu dengan penuh kasih sayang.
Setelah sang suami membaik, dinantinya suami menceritakan apa yang terjadi.
" Khadijah, sewaktu aku tengah berbaring di gua hira, tiba-tiba muncul seorang  lelaki  berdiri dihadapanku. Tak kukenali ia, namun ia terlihat begitu putih pakaiannya dan begitu hitam rambutnya. Aku bangkit berdiri dengan bingung ,dan lelaki asing itu berkata , " Bacalah, wahai Muhammad " perintah lelaki itu dengan tegas.
Setelah Khadijah mendengarkan cerita suaminya dengan seksama, ia pun bertanya
          " Hingga kau gemetar seperti ini, apa yang kau takutkan wahai suamiku? adakah kau khawatir telah diganggu oleh jin atau makhluk halus lainnya ? ". 
Dan sang suami pun mengangguk untuk membenarkan apa yang dikatakan Khadijah.
Khadijah melanjutkan perkataannya,
" Orang sepertimu tak akan dikecewakan Tuhan, wahai Muhammad. Bukankah engkau selalu menyambung tali kekerabatan, menyantuni anak yatim, menjamu tamu dan menolong orang yang tertimpa kemalangan ?".

Sungguh jawaban yang menenangkan.Jawaban yang mendamaikan dalam keadaan takut sang suami. Ini merupakan salah satu dari banyak kisah teladan yang dapat kita ambil hikmahnya melalui  Khadijah.
Sosok  wanita yang setia menemani suaminya walaupun dalam keadaan suka maupun duka. Perempuan yang ketika wafatnya disambut oleh ribuan bidadari yang menunggu pemimpin mereka dari bumi.
Khadijah, sungguh mulia akhlakmu.Sosok yang mulia yang telah dijaminkan surga untuknya. Pantaslah beliau dijadikan teladan untuk para muslimah, karena Khadijah adalah teladan yang terindah.

Maka kepada Allah kami memohon,


 "Ya Allah, sampaikan salam kami kepadanya."

Sabtu, 12 Desember 2015

Pemuda Pecinta Rasul

Pemuda Pecinta Rasul - pixabay.com

Dikisahkan oleh Ustadzah Halimah Alaydrus dari Guru Mulia al-Musnid al’allamah al ‘arifbillah al Habib Umar bin Hafidz bin Syeikh Abu Bakar bin Salim dan para ulama lainnya.

Ada seorang pemuda. Pekerjaannya adalah biasa-biasa saja, ibadahnya biasa-biasa saja, melakukan dosa-dosa juga. Dia bekerja sebagai seorang tukang angkat barang / kuli panggul di pasar. Setibanya di rumah setelah seharian bekerja di pasar dia menghitung uang yang telah diperoleh hari itu. Sebagian kecil ia tabung dan sebagian yang banyak ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan dirinya esok hari. Dia bertekad mengumpulkan uang selama 1 tahun dan baru akan dia buka nanti pada saat 1 Rabiul awal.

Tibalah 1 Rabiul Awal, bulan yang ia tunggu-tunggu. Lalu dia bongkar tabungannya. Sebagian kecil ia gunakan untuk membeli se set perlengkapan badannya dari peci, koko, sarung & parfum, sebagiannya lagi ia gunakan untuk memesan makanan untuk makan beberapa orang, sebagian yang lain ia gunakan untuk membeli buah-buahan dan juga minuman.

Hari itu, 1 Rabiul Awal si pemuda ini kelihatan senang sekali, wajahnya begitu sumringah. Sampai-sampai membuat temannya menjadi heran. Ketika ditanya hal apa yang membuatnya senang dan sumringah seperti itu dia menjawab, “Ya iyalah, saya senang banget hari ini, ini kan bulan Rabiul Awal, bulan kelahirannya Nabi Muhammad Saw. Kita harus bergembira dong.” Dan sejak masuk bulan Rabiul Awal si pemuda ini lisannya terlihat sibuk sekali mengucapkan sholawat kepada Rasulullah SAW.

Sampai pada malam 12 Rabiul Awal. sepulangnya ia dari sholat isya’ berjama’ah di masjid dia tidur. Dia bangun sekitar pukul 01.00 / 02.00 malam kemudian dia mandi, wudhu, dia pakai pakaian terbaru dan parfumnya lalu lanjut menunaikan sholat sunnah. Lalu bersholawat sampai menjelang subuh, karena dia tahu Nabi Muhammad SAW lahirnya menjelang subuh. Dia berdiri dengan linangan air mata penuh cinta lalu memberi salam kepada Rasulullah SAW.

“Assalamu’alaika ya Rasulullah.. Assalamu’alaika ya Habiballah, Assalamu’alaika ya Nabiyallah.. Kita tidak pernah bertemu, Kita tidak pernah berkenalan, tapi saya kangen sekali ya Rasulullah. Kalau tidak karenamu saya tidak mengerti caranya ibadah, kalau tidak karenamu saya tidak tahu cara melakukan kebaikan. Kalau tidak ada cinta padamu dan pada Allah di dalam hatiku rasanya hari-hariku akan menjadi hampa. Ya Rasulullah.. saya mengharap syafa’atmu dan akui saya sebagai umatmu. Jangan tinggalkan saya dimanapun saja ya Rasulullah.. Sebab saya sangat mencintaimu.”

Esok harinya si pemuda ini tidak berangkat kerja. Dia beres-beres rumah dan mengundang teman-temannya untuk menghadiri maulid yang dia adakan. Lalu setelah pembacaan maulid selesai dikeluarkanlah jamuan-jamuan yang telah dia persiapkan. Kemudian si pemuda ini kembali melanjutkan acara dengan bercerita tentang siapa itu Rasulullah semampu yang dia bisa . Katanya “Nabi Muhammad itu waktu lahir bersih, tidak ada darah-darah kotornya, beliau waktu lahir dan diangkat oleh bidannya sudah bersih tanpa darah kotor ditubuhnya, tali pusar sudah terpotong dan sudah mengering, beliau lahir dalam kondisi sujud. Subhanallah, itu nabi kita.. Nabi Muhammad Saw.” Lalu temannya juga ikut bicara, katanya “Iya benar, saya dengar cerita dari si fulan bahwa Rasulullah Saw waktu beliau lahir ke dunia yang mana api yang bertahun-tahun tidak pernah mati menjadi mati tiba-tiba, berhala-berhala juga pada berjatuhan.. Subhanallah.. kok bisa yah..” Dan temannya yang lain juga ikut berkata, “Rasulullah itu kalau malam nggak pernah tidur. Beliau berdiri sholat sampai kaki-kakinya bengkak, sujud, lalu setelah itu beliau mengangkat tangannya dan berdo’a memohonkan ampun kepada Allah untuk kita umatnya. sungguh luar biasa nabi kita.”

Allah SWT berfirman “Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.”(QS. Ad-Duha : 5) Lalu kapan Rasulullah SAW akan merasa puas? Jawab Rasul, “Sampai tidak tersisa umatku di dalam neraka. Saya tidak bisa menikmati surga jika masih ada umatku yang masih berada di neraka.” Tidakkah kita merasa bersyukur memiliki nabi seperti itu?

Tidak lama si pemuda ini meninggal dunia. Suatu hari salah satu temannya bermimpi bertemu dengannya. Temannya ini bertanya kepadanya, “Wahai temanku, ku lihat kamu ini malah bahagia setelah meninggal. Apa kamu sudah bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir yang katanya wajahnya begitu menakutkan dan matanya menggelegar seperti petir ? Amalan apa yang Allah terima dari amalanmu yang membuatmu bisa bahagia seperti ini?” Kata si pemuda ini, “Saya tidak tahu amalan apa yang Allah terima dari semua amal-amalku. Hanya saja saya ingat malam pertamaku di kuburan.” Kata temannya, “Seperti apa malam pertamamu di kuburan? Coba ceritakan kepadaku.” Lalu si Pemuda ini menceritakannya, “Pada saat itu, 7 langkah setelah kalian meninggalkanku di kuburan saya dibangunkan dari tidur, saya didudukkan dan saya tahu pada saat itu saya telah meninggal dunia. Saya ketakutan, saya menggigil, dan sungguh saya takut bertemu dengan Munkar dan Nakir yang menyeramkan itu. Lalu tiba-tiba ada sebuah cahaya di ujung sana, cahayanya makin panjang dan menyilaukan. Datang sesosok orang. Orang itu sepertinya berjalan mengarah padaku, makin dekat, makin dekat dan saya begitu takut. Lalu setelah orang itu benar-benar sampai di depan mataku saya terkejut dan kaget, ternyata yang datang bukanlah makhluk yang menyeramkan melainkan makhluk yang sangat indah. saya berkata kepadanya, “Wahai engkau, jika saja saya tahu yang datang makhluk sepertimu maka tidak perlulah saya takut, ternyata Munkar dan Nakir itu tidak menakutkan. Yang datang bukanlah yang menakutkan namun penghibur bagi orang yang ketakutan.” Lalu kata orang itu, “Wahai nak, saya ini bukan Munkar dan Nakir. Saya ini adalah orang yang senantiasa kamu rindukan setiap hari, orang yang senantiasa kamu kirimkan sholawat, saya adalah orang yang senantiasa kamu menabung untuk merayakan hari kelahiranku. Saya lah orang itu, Muhammad bin Abdulullah. Saya mendengar kabar kalau kamu sudah meninggal, lalu saya meminta izin kepada Allah untuk datang menemuimu dan mulai saat ini saya akan ada bersamamu menemanimu disini sampai datang hari kiamat.”

Subhanallah, sungguh beruntung pemuda ini mencintai orang yang tepat untuk dicintai. Mencintai orang yang bisa menyelamatkan dirinya di dunia dan di akhirat. Memang benar bahwa Rasulullah SAW tidak akan pernah mengecewakan orang-orang yang mencintainya.

Rasulullah SAW bersabda “Almar u ma’a man ahabba.”,”Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintainya.”